10 Tren Makanan yang Sedang Viral dan Diprediksi Jadi Favorit Baru

Pernah nggak sih, lo lagi scroll TikTok terus liat makanan aneh, langsung ngiler, padahal baru aja habis makan siang? Gue juga sering. Tapi di 2026 ini, tren makanan udah nggak cuma soal rasa—ini soal pengalaman, visual, sampe status sosial di dunia maya.

Nah, dari puluhan makanan yang lagi viral, gue udah pilih 10 yang paling rame dibicarakan. Bukan cuma daftar, tapi gue juga nilai mana yang punya potensi jadi tren jangka panjang—berdasarkan rasa, inovasi, harga, dan tentunya, seberapa layak buat ngantri.


1. Magnum Croissant: Es Krim Sandwich DIY yang Bikin Penasaran

Dulu kita ribut soal sandwich stroberi-krim. Sekarang? Magnum dimasukin ke croissant . Iya, beneran. Lo ambil croissant, belah, terus masukin es krim batangan Magnum—atau merek lain yang dilapisi cokelat. Ini tren DIY yang udah ada sejak 2024, tapi meledak akhir Juli 2026 lewat TikTok dan Instagram .

Kelebihan: Super simpel. Lo nggak perlu ke kafe mahal—beli croissant di toko roti, beli Magnum di minimarket, gabungin. Harga terjangkau, dan hasilnya instagramable.

Kekurangan: Ini bukan inovasi kuliner yang revolusioner. Ini hack makanan yang viral karena visualnya, bukan karena rasanya yang kompleks.

Layak jadi tren jangka panjang? Mungkin. Konsep DIY kayak gini gampang diadaptasi—croissant + es krim varian lain bisa muncul terus. Tapi sebagai “tren besar”? Gue rasa ini lebih ke fad musiman.


2. Fricy (Fruity + Spicy): Kombinasi Rasa yang Lagi Naik Daun

Ini tren yang paling kuat di 2026 dari sisi flavorFricy—gabungan buah segar (fruity) dan pedas (spicy)—lagu meledak di Inggris dan mulai merambah global . Ini bukan rasa baru di Asia atau Amerika Latin, tapi istilah baru dari media sosial yang bikin orang penasaran .

Di Inggris, toko ritel online Sous Chef lapor penjualan bumbu cabai limau (Tajín) naik 19%, sementara Waitrose catat kenaikan 30% untuk saus mangga pedas (amba sauce) . Di London, kafe Mango Twist jadi destinasi favorit anak muda berkat menu “Volcano”—es serut mangga dengan saus cabai Meksiko .

Kelebihan: Ini didukung sains. Dr Ni Yang dari University of Nottingham jelasin, capsaicin dari cabai dan gula dari buah memicu sensasi kompleks di otak—manis, pedas, asam, asin semua dalam satu gigitan . Ini bukan cuma hype—ini flavor architecture yang beneran.

Layak jadi tren jangka panjang? Sangat. Ini bukan tren yang ditemukan di lab marketing—ini kombinasi yang udah ada di masakan Vietnam, Meksiko, Thailand selama berabad-abad . Istilahnya baru, tapi akarnya kuat.


3. Reese’s Pumpkins PB Whip Latte: Minuman Halloween yang Cuma Ada 3 Hari

Reese’s kerja sama sama The Nitro Bar buat nge-launch Reese’s Pumpkins PB Whip Latte—minuman kopi rasa cokelat-peanut butter yang cuma tersedia 18-20 September 2026 di Rhode Island, dengan pop-up di NYC 14-15 September . Reese’s memproduksi 26 juta Reese’s Pumpkins musim ini , dan minuman ini adalah cara mereka bawa rasa Halloween ke kopi.

Kelebihan: Ini kolaborasi brand besar + kafe kultus. Rasa peanut butter-chocolate di kopi itu kombinasi yang emang disukai banyak orang.

Kekurangan: Cuma 3 hari, dan cuma di Rhode Island (plus NYC pop-up 2 hari). Kalo lo di Indonesia, ini cuma bisa diliat dari layar. Tapi kabar baiknya: resepnya bakal dibagikan 14 September, jadi lo bisa bikin sendiri di rumah .

Layak jadi tren jangka panjang? Ini limited time event, bukan tren jangka panjang. Tapi ini contoh bagaimana brand besar memanfaatkan tren FOMO buat bikin hype.


4. Pisang: Dari Buah Jadi Bintang Minuman dan Dessert

Pisang lagi naik daun di 2026—bukan cuma sebagai buah, tapi sebagai flavor system. Tren ini muncul dari banana latte dan banana-matcha latte yang mulai populer di kafe-kafe . Matcha emang lagi hits, tapi rasanya polarizing (ada yang suka, ada yang nggak). Pisang hadir sebagai “penenang” yang lebih accessible .

Dari sini, pisang merambah ke berbagai produk: banana water (air infused pisang), banana cakes yang dibakar (caramelized/brûléed), sampe dessert-desser lain .

Kelebihan: Pisang itu familiar, murah, dan serbaguna. Ini bukan bahan eksotis yang susah dicari.

Layak jadi tren jangka panjang? Bisa. Pisang punya potensi jadi “flavor workhorse” kayak vanilla atau cokelat—selalu ada di mana-mana, dan selalu bisa diinovasi.


5. Fibermaxxing: Bukan Makanan, Tapi Cara Makan

Fibermaxxing adalah tren di mana orang berlomba nambahin serat sebanyak mungkin ke menu harian . Ini pergeseran dari tren protein di 2025 ke serat di 2026 . Bahan kayak singkong, chicory, konjac, dan oat mulai sering muncul sebagai sumber serat tambahan .

Kelebihan: Ini didorong oleh kesadaran kesehatan yang beneran. Serat penting buat kesehatan usus, metabolisme, dan hormon .

Kekurangan: Bukan makanan spesifik—ini pola makan. Jadi nggak bisa “dicoba” dalam satu gigitan.

Layak jadi tren jangka panjang? Sangat. Ini bukan tren musiman—ini perubahan perilaku makan yang didukung sains.


6. Grilled Cabbage: Sayuran Sederhana Naik Kelas

Kubis panggang lagi viral di 2026 . Pinterest Predicts 2026 meramalkan kubis bakal naik daun, dan Vogue setuju. Yang viral bukan kubis rebus di pinggir piring—tapi irisan tebal kubis dipanggang di atas panggangan, dengan bekas gosong, ditambah bumbu dan saus.

Profesor Charles Spence dari Oxford jelasin: orang tertarik pada gambar makanan dan minuman. Pas kita liat makanan yang “imposan” (kayak kubis panggang yang mengepul di panggangan), kita otomatis memvisualisasikan diri kita makan itu . Ini disebut “status-signalling”—orang suka dianggap sebagai food discoverer yang nyoba sesuatu baru .

Kelebihan: Murah, mudah ditemukan, dan visualnya impressive. Juga lebih sehat dari kebanyakan tren makanan.

Layak jadi tren jangka panjang? Bisa. Ini contoh bagaimana sayuran sederhana bisa diangkat dengan teknik memasak yang tepat.


7. Vietnamese Rice Paper Salad (Bánh Tráng Trộn): Street Food Vietnam Mendunia

Salad kertas beras Vietnam lagi viral di TikTok, terutama setelah content creator AS Elliott Norris rutin posting video mukbang-nya di mobil . Bahan-bahannya: kertas beras yang direndam, mangga hijau, ketumbar, daging sapi kering, telur puyuh, dan berbagai bumbu .

Winnie, content creator lain di California, bahkan beli bánh tráng trộn di San Jose dan bilang ini “sempurna” . Vogue sendiri pernah masukin ini ke daftar 37 makanan Vietnam wajib coba di 2023 .

Kelebihan: Kombinasi rasa dan tekstur yang kompleks—kenyal, renyah, asam, pedas, asin, manis. Juga ada elemen “theatrical” dalam proses pencampuran yang bikin ini cocok buat konten video .

Layak jadi tren jangka panjang? Ini punya potensi besar. Ini bukan makanan yang dimodifikasi untuk tren—ini street food otentik yang lagi ditemukan oleh audiens global. Bisa jadi “next big thing” kayak pho atau banh mi.


8. Dubai Chewy Cookie: Turunan dari Fenomena Cokelat Dubai

Dari viralnya Dubai Chocolate (cokelat dengan isian kunafa dan pistachio), lahir kreasi baru: Dubai Chewy Cookie . Ini cookie dengan lelehan marshmallow kenyal dan kerenyahan kunafa pistachio. Satu cookie bisa mengandung 35-55 gram gula—udah melewati batas harian yang direkomendasi Kemenkes (50 gram) .

Kelebihan: Teksturnya unik—chewy + crunchy dalam satu gigitan. Visualnya juga bikin penasaran.

Kekurangan: Gula dan kalori tinggi. Ini tren yang didorong FOMO, bukan kesehatan.

Layak jadi tren jangka panjang? Mungkin sebagai varian dessert, tapi nggak bakal sebesar Dubai Chocolate karena sudah “turunan” dari tren sebelumnya.


9. Tom Yum Sebagai “Flavor System”: Dari Sup Jadi Saus dan Bumbu

Tom Yum, yang biasanya dikenal sebagai sup, sekarang mulai digunakan sebagai sistem rasa—bisa dipake di Caesar salad, saus, cocktail, dan berbagai hidangan lain . Bahan-bahannya (cabai Thailand, serai, jeruk makrut, galangal, fish sauce) jadi “toolkit” yang portabel buat koki .

Kelebihan: Versatilitas tinggi. Rasa asam, pedas, gurih yang kompleks.

Layak jadi tren jangka panjang? Ini contoh bagaimana rasa dari satu budaya bisa diadopsi dan diadaptasi ke berbagai format. Potensinya besar.


10. Durian Brûlée Pizza: Kreasi Gila dari Malaysia

Pizza Hut Malaysia ngeluarin pizza durian brûlée sebagai menu spesial HUT Malaysia, tersedia Agustus-20 September 2026 . Ini pan pizza dengan topping durian brulee yang creamy, dibakar sampe karamelnya garing. Harganya mulai RM17.59 (sekitar Rp77 ribu) buat ukuran personal .

Kelebihan: Berani. Durian + pizza + brûlée adalah kombinasi yang nggak terpikirkan. Buat yang suka durian, ini mungkin pengalaman yang unik.

Kekurangan: Durian itu polarizing—lo suka atau benci. Dan ini menu limited edition, jadi cuma ada di Malaysia.

Layak jadi tren jangka panjang? Ini lebih ke stunt marketing daripada tren yang berkelanjutan. Tapi ini contoh bagaimana brand besar mengeksploitasi “keanehan” buat bikin hype.


Tabel Ringkas: Mana yang Layak Dicoba?

TrenKenapa ViralPotensi Jangka PanjangLayak Dicoba?
Magnum CroissantDIY, visual, murahFad musimanYa, buat iseng
Fricy (Fruity+Spicy)Rasa baru, didukung sainsSangat tinggiWajib
Reese’s PB Whip LatteKolaborasi brand, FOMORendah (limited)Kalo lo di AS
Banana TrendFamiliar, serbagunaTinggiYa
FibermaxxingKesehatan, perubahan pola makanSangat tinggiWajib
Grilled CabbageVisual, unusual, affordableSedang-tinggiYa
Bánh Tráng TrộnOtentik, theatricalTinggiWajib
Dubai Chewy CookieTurunan Dubai Chocolate, FOMOSedangSesekali
Tom Yum as FlavorVersatilitas tinggiTinggiYa
Durian Brûlée PizzaBerani, limitedRendahKalo lo di Malaysia

Kesalahan Umum Saat Ikut Tren Makanan

  1. Terjebak FOMO. Nggak semua tren worth it buat dikejar—apalagi kalo lo harus terbang ke Rhode Island cuma buat minum kopi .
  2. Lupa kesehatan. Dubai Chewy Cookie bisa 55 gram gula—udah seharian penuh. Sesekali oke, tapi jangan kebiasaan .
  3. Menganggap “viral” = “enak”. Banyak makanan viral yang lebih cocok buat konten daripada buat lidah. Fricy, misalnya, emang didukung sains, tapi nggak semua kombinasi buah-pedas cocok buat semua orang.
  4. Bayar mahal buat yang sebenarnya murah. Magnum Croissant bisa lo bikin sendiri dengan harga jauh lebih murah dari yang dijual di kafe. Jangan bayar markup cuma karena “viral”.

Tips Biar Nggak Salah Pilih Tren

  1. Coba yang punya akar budaya. Fricy, bánh tráng trộn, dan tom yum punya akar di masakan tradisional—ini lebih aman daripada tren yang diciptakan di lab marketing .
  2. Perhatikan nutrisi. Fibermaxxing dan grilled cabbage jelas lebih sehat daripada cookie 55 gram gula .
  3. Jangan takut jadi “food discoverer”. Orang suka dilihat sebagai yang pertama nyoba sesuatu yang baru . Kalo lo nemuin tren sebelum viral, lo bisa jadi trendsetter di circle lo.

Penutup: Tren Datang dan Pergi, Tapi Selera Tetap

Di 2026, makanan viral bukan cuma soal rasa—ini soal cerita, visual, dan pengalaman. Tapi di antara semua hype, ada beberapa tren yang beneran punya substansi (Fricy, fibermaxxing, bánh tráng trộn) dan beberapa yang cuma FOMO sesaat (Magnum Croissant, Reese’s latte).

Gue sih udah siap-siap nyobain bánh tráng trộn dan nyari mangga pedas buat eksperimen fricy. Lo gimana? Tren mana yang bakal lo coba?